mengapa hujan turun

Mengapa Hujan Turun?

“Yaaaah, kok hujannya nggak berhenti-berhenti sih, Yah! Kenapa sih hujan harus turun?” kata Alif.

“Kamu kesal hujan turun Lif?” tanya ayahnya.

“Iya Yah. Alif kan udah janji sama teman-teman mau main. Gara-gara hujan, batal deh!” jawab Alif.

“Lif, kamu tahu siapa yang menurunkan hujan?” tanya ayahnya.

“Hmm, Allah yah,” jawab Alif malu.

“Nah, kalau Allah yang menurunkan, Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita, walau terkadang tidak kita sukai,” jelas ayahnya.

“Iya sih, Yah. Tapi kan tetap kesal,” balas Alif.

“Lif, kamu tahu apa yang Rasulullah lakukan saat hujan turun?” tanya ayahnya.

“Nggak tahu, Yah,” respon Alif cepat.

“Rasulullah pergi ke luar rumah lalu hujan-hujanan Lif. Menjawab pertanyaan awal tadi, hujan itu turun sebagai rahmat dari Allah. Hujan turun membawa keberkahan. Jadi, kamu tahu kan apa yang kita lakukan sebagai umat Rasulullah?” kata ayah.

“Meniru Rasulullah Yah. Wah jadi kita hujan-hujanan dong, Yah! Asyiiik!” seru Alif bersemangat.

“Benar Alif, yuk kita hujan-hujanan. Syaratnya habis itu kamu harus mandi ya!” balas ayah.

“Siap Ayah!” seru Alif. Ayah dan anak ini pun bermain hujan-hujanan sampai puas.

Ayah Bunda yang semoga selalu dirahmati Allah,

Menjawab pertanyaan mengapa hujan turun tentu bisa kita jawab dengan penjelasan ilmiah. Namun sebelum itu, fenomena hujan sebenarnya bisa kita gunakan untuk menumbuhkan keimanan di dalam diri anak.

Dalam artikel Ayo Hujan-Hujanan, Ustad Budi Ashari Lc menuliskan betapa pentingnya hujan-hujanan ini. Berikut ini beberapa penjelasan betapa pentingnya hujan-hujanan bagi setiap muslim, apalagi bagi pendidikan anak.
Anas bin Malik berkata, “Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: ‘Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?’ Beliau menjawab, ‘Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.’ (HR. Muslim)

An Nawawi menjelaskan hadits ini, “Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya. Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat-, agar terkena hujan.”

Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan. Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata: Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan.
Ali bin Abi Thalib juga sering keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya yang gundul itu, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata: “Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan juga bejana.”

Abul Abbas Al Qurthubi juga menjelaskan, “Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena Allah ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman. Diambil dari hadits: penghormatan terhadap hujan dan tidak boleh merendahkannya.”

Ustad Budi Ashari menekankan, “Hujan adalah keberkahan. Adalah kesucian. Hujan adalah pengirim ketenangan. Hujan bahkan penghilang kotornya gangguan setan.”

Tentu di kota-kota besar yang rentan polusi dan hujan asam, kita perlu berhati-hati. Sebisa mungkin hujan-hujanan di daerah yang lingkungannya bersih, dan tentu di daerah yang aman dari kendaraan bermotor.

Namun jika lingkungan cukup baik, saat hujan turun dan kondisi fisik anak sedang sehat, ajaklah ia hujan-hujanan. Jika khawatir anak menjadi sakit, Ayah Bunda bisa memberinya asupan penambah daya tahan tubuh seperti madu, habbatus sauda, atau pun asupan-asupan yang Ayah Bunda rasa tepat untuk si jagoan kecil.

Apalagi hujan-hujanan bersama ini bisa jadi momen yang berkesan di dalam hati anak. Yang akan anak kenang hingga ia dewasa nanti. Seru tentunya kebersamaan dengan orang tuanya yang seperti ini. Dan tentunya, keberkahan pun akan turun dalam hidup anak. Insya Allah.

Literature: article Ayo Hujan-Hujanan oleh Ustad Budi Ashari Lc

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *