bertasbih kepada Allah SWT

Benarkah Semua Makhluk Bertasbih Kepada Allah?

“Ayah, katanya binatang-binatang, pohon, batu, air, semuanya bertasbih kepada Allah. Benar ya begitu, Yah?” tanya Alif saat sedang dalam perjalanan ke rumah nenek bersama ayahnya.

“Benar Alif. Begitu yang ada dalam Al-Qur’an,” jawab ayahnya.

“Kalau memang semuanya bertasbih kepada Allah, kenapa kita tidak mendengarnya, Yah?” tanya Alif lagi.

“Alif, semuanya bertasbih dengan caranya sendiri-sendiri. Ikan yang berenang, pohon yang daunnya berguguran, bebatuan yang diam adalah cara mereka memuji Allah,” jawab ayahnya.

Alif terkagum-kagum mendengar jawaban ayahnya, “Apakah langit juga seperti itu?”

“Iya. Semuanya bertasbih. Kita tidak bisa mendengarnya karena kita tidak mengerti cara mereka bertasbih. Yang perlu kita selalu ingat, semuanya selalu bertasbih memuji nama Allah, kapan pun di mana pun,” jawab ayahnya yang lanjut bertanya, “Coba bayangkan Du, bagaimana kalau kita bisa mendengar tasbih semua makhluk yang ada di langit dan di bumi?”

“Wah pasti ramai sekali, Yah,” jawab Alif. Lalu ayahnya berujar, “Mungkin itulah hikmah dari kita tidak bisa mendengarnya. Kita hanya perlu mengimani karena itulah yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an. Setiap kali kita melihat makhluk hidup atau pun benda mati, kita perlu mengimani bahwa mereka sedang bertasbih memuji nama Allah.”

Ayah Bunda, tasbih adalah pujian yang menyucikan Allah. Semua makhluk selalu bertasbih kepada-Nya. Allah berfirman dalam surat Al-Isra: 44 yang maknanya sebagai berikut.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”

Setidaknya ada 3 keutamaan bertasbih ini:

1. Bertasbih merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah

“Maka bertasihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-ya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (An-Nashr: 3).

2. Bertasbih adalah jalan menuju keselamatan

Hal ini seperti tasbih Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan paus.

“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai Hari Kebangkitan.” (Ash-Shaffat: 143-144)

3. Bertasbih kepada Allah memberikan ketenangan

“Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (Thaha: 130)

Kita perlu mengajarkan anak tentang seluruh alam bertasbih agar anak selalu ingat untuk bertasbih kepada Allah.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *